facebook old newspapertwitter old newspaperCopyrighted.com Registered & Protected 
PGFK-LJGA-DDM9-GBHU

Monday, December 18, 2017

Hal Yang Mewajibkan Untuk Mandi (Al-Ghuslu)

Artikel berikut ini akan menjelaskan tentang beberapa hal yang berhubungan dengan mandi (al ghuslu), utamanya hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi (al ghuslu). Yang dimaksud dengan al-ghuslu se-cara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan al-ghuslu se-cara syari’at adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara yang khusus. Ibnu Malik mengatakan bahwa al ghuslu (dengan ghoin-nya didhommah) bisa dimaksudkan untuk perbuatan mandi dan air yang digunakan untuk mandi.

Berikut ada 5 hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi (al ghuslu)

Berikut ada 5 hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi (al ghuslu):

1. Keluarnya Mani Dengan Syahwat
Sebagaimana dijelaskan oleh ulama Syafi’iyah, mani bisa dibedakan dari madzi dan wadi dengan melihat ciri-ciri mani yakni:
  • Baunya khas seperti bau adonan roti ketika basah dan seperti bau telur ketika kering.
  • Airnya [keluar] memancar.
  • Keluarnya terasa nikmat dan mengakibatkan futur (lemas).
Wadi adalah sesuatu yang keluar sesudah kencing pada umumnya, berwarna putih, tebal mirip mani, namun berbeda kekeruhannya dengan mani. Wadi tidak memiliki bau yang khas.

Madzi adalah cairan berwarna putih, tipis, lengket, keluar ketika bercumbu rayu atau ketika membayangkan jima’ (bersetubuh) atau ketika berkeinginan untuk jima’. Madzi tidak menyebabkan lemas dan terkadang keluar tanpa terasa yaitu keluar ketika muqoddimah syahwat. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memiliki madzi.

Apabila salah satu syarat sudah terpenuhi, maka cairan tersebut disebut mani. Wanita sama halnya dengan laki-laki dalam hal ini. Namun untuk wanita tidak disyaratkan air mani tersebut memancar sebagaimana disebutkan oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim dan diikuti oleh Ibnu Sholah.

Dalil bahwa keluarnya mani mewajibkan untuk mandi adalah firman Allah Ta’ala,

َوَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Dan jika kamu junub maka mandilah.” (QS. Al Maidah/5: 6)

َا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An Nisa’/4: 43)

Dalil lainnya dapat kita temukan dalam hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ِنَّمَا الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ

“Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani).” (HR. Muslim no. 343)

Menurut jumhur (mayoritas) ulama, yang menyebabkan seseorang mandi wajib adalah karena keluarnya mani dengan memancar dan terasa nikmat ketika mani itu keluar. Jadi, jika mani tersebut keluar tanpa syahwat seperti ketika sakit atau kedinginan, maka tidak ada kewajiban untuk mandi. 

Berbeda halnya dengan ulama Syafi’iyah yang menganggap bahwa jika mani tersebut keluar memancar dengan terasa nikmat atau pun tidak, maka tetap menyebabkan mandi wajib. Namun pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama.

Lalu bagaimana dengan orang yang mimpi basah? Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Terdapat ijma’ (kesepakatan) ulama mengenai wajibnya mandi ketika ihtilam (mimpi), sedangkan yang menyelisihi hal ini hanyalah An Nakho’i. Akan tetapi yang menyebabkan mandi wajib di sini ialah  jika orang yang bermimpi mendapatkan sesuatu yang basah.

Dalil mengenai hal ini adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

ِسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الرَّجُلِ يَجِدُ الْبَلَلَ وَلاَ يَذْكُرُ احْتِلاَمًا قَالَ: يَغْتَسِلُ. وَعَنِ الرَّجُلِ يَرَى أَنَّهُ قَدِ احْتَلَمَ وَلاَ يَجِدُ الْبَلَلَ قَالَ: لاَ غُسْلَ عَلَيْهِ.

“Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mendapatkan dirinya basah sementara dia tidak ingat telah mimpi, beliau menjawab, “Dia wajib mandi”. Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi tetapi tidak mendapatkan dirinya basah, beliau menjawab: “Dia tidak wajib mandi”.” (HR. Abu Daud no. 236, At Tirmidzi no. 113, Ahmad 6/256. Dalam hadits ini semua perowinya shahih kecuali Abdullah Al Umari yang mendapat kritikan . Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Juga terdapat dalil dalam hadits Ummu Salamah ummul mukminin radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

ِجَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ امْرَأَةُ أَبِى طَلْحَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِى مِنَ الْحَقِّ ، هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا هِىَ احْتَلَمَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم:

 “Ummu Sulaim (istri dari Abu Tholhah) datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran. Apakah bagi wanita wajib mandi jika ia bermimpi?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ya, jika dia melihat air.” (HR. Bukhari no. 282 dan Muslim no. 313)

Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Hadits-hadits di atas adalah sanggahan bagi yang berpendapat bahwa mandi wajib itu baru ada jika seseorang yang mimpi tersebut merasakan mani tersebut keluar (dengan syahwat) dan yakin akan hal itu.”

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah ketika menjelaskan hadits di atas berkata, “Pada saat itu diwajibkan mandi ketika melihat air (mani), dan tidak disyaratkan lebih dari itu.  Hal ini menunjukkan  bahwa mandi itu wajib jika seseorang bangun lalu mendapati air (mani), baik ia merasakannya ketika keluar atau ia tidak merasakannya sama sekali. Begitu pula ia tetap wajib mandi baik ia merasakan mimpi atau tidak karena orang yang tidur boleh jadi lupa (apa yang terjadi ketika ia tidur). Yang dimaksud dengan air di sini adalah mani.”

2. Bertemunya Dua Kemaluan Walaupun Tidak Keluar Mani
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا ، فَقَدْ وَجَبَ الْغَسْلُ

“Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya: menyetubuhi istrinya , pen), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi.” (HR. Bukhari no. 291 dan Muslim no. 348)

Di dalam riwayat Muslim terdapat tambahan,

ِوَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ

“Walaupun tidak keluar mani.”

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

ِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الرَّجُلِ يُجَامِعُ أَهْلَهُ ثُمَّ يُكْسِلُ هَلْ عَلَيْهِمَا الْغُسْلُ وَعَائِشَةُ جَالِسَةٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِنِّى لأَفْعَلُ ذَلِكَ أَنَا وَهَذِهِ ثُمَّ نَغْتَسِلُ

“Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi.” (HR. Muslim no. 350)

Imam Asy Syafi’i rahimahullah menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “junub” dalam bahasa Arab dimutlakkan secara hakikat pada jima’ (hubungan badan) walaupun tidak keluar mani. Jika kita katakan bahwa si suami junub karena berhubungan badan dengan istrinya, maka walaupun itu tidak keluar mani dianggap sebagai junub. Demikian nukilan dari Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari.

Ketika menjelaskan hadits Abu Hurairah di atas, An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Makna hadits tersebut adalah wajibnya mandi tidak hanya dibatasi dengan keluarnya mani. Akan tetapi, -maaf- jika ujung kemaluan si pria telah berada dalam kemaluan wanita, maka ketika itu keduanya sudah diwajibkan untuk mandi. Untuk saat ini, hal ini tidak terdapat perselisihan pendapat. Yang terjadi perselisihan pendapat ialah pada beberapa sahabat dan orang-orang setelahnya. Kemudian setelah itu terjadi ijma’ (kesepakatan) ulama (bahwa meskipun tidak keluar mani ketika hubungan badan tetap wajib mandi) sebagaimana yang pernah kami sebutkan.”

3. Ketika Berhentinya Darah Haidh dan Nifas
Dalil mengenai hal ini adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Fathimah binti Abi Hubaisy,

ِفَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّى

“Apabila kamu datang haidh hendaklah kamu meninggalkan shalat. Apabila darah haidh berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan shalat.” (HR. Bukhari no. 320 dan Muslim no. 333).

Untuk nifas dihukumi sama dengan haidh berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Mengenai wajibnya mandi karena berhentinya darah haidh tidak ada perselisihan di antara para ulama. Yang menunjukkan hal ini adalah dalil Al Qur’an dan hadits mutawatir (melalui jalur yang amat banyak). Begitu pula terdapat ijma’ (kesepakatan) ulama mengenai wajibnya mandi ketika berhenti dari darah nifas.”

4. Ketika Orang Kafir Masuk Islam
Mengenai wajibnya hal ini terdapat dalam hadits dari Qois bin ‘Ashim radhiyallahu ‘anhu,

ِأَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Perintah yang berlaku untuk Qois di sini berlaku pula untuk yang lainnya. Dalam kaedah ushul, hukum asal perintah adalah wajib.  Ulama yang mewajibkan mandi ketika seseorang masuk Islam adalah Imam Ahmad bin Hambal dan pengikutnya dari ulama Hanabilah , Imam Malik, Ibnu Hazm, Ibnull Mundzir dan Al Khottobi.

5. Karena Kematian
Yang dimaksudkan wajib mandi di sini ditujukan pada orang yang hidup, maksudnya orang yang hidup wajib memandikan orang yang mati. Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan bahwa memandikan orang mati di sini hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sebagian orang sudah melakukannya, maka yang lain gugur kewajibannya.  Penjelasan lebih lengkap mengenai memandikan mayit dijelaskan oleh para ulama secara panjang lebar dalam Kitabul Jana’iz, yang berkaitan dengan jenazah.

Dalill mengenai wajibnya memandikan si mayit di antaranya adalah perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummu ‘Athiyah dan kepada para wanita yang melayat untuk memandikan anaknya,

ِاغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

Berdasarkan kaedah ushul, hukum asal perintah adalah wajib. Sedangkan tentang masalah ini tidak ada dalil yang memalingkannya ke hukum sunnah (dianjurkan). Kaum muslimin pun telah mengamalkan hal ini dari zaman dulu sampai saat ini.

Yang wajib dimandikan di sini adalah setiap muslim yang mati, baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau dewasa, orang merdeka atau budak, kecuali jika orang yang mati tersebut adalah orang yang mati di medan perang ketika berperang dengan orang kafir.

Lalu bagaimana dengan bayi karena keguguran, wajibkah dimandikan? Jawabannya, dapat kita lihat dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata, “Jika bayi karena keguguran tersebut sudah memiliki ruh, maka ia dimandikan, dikafani dan disholati. Namun jika ia belum memiliki ruh, maka tidak dilakukan demikian. Waktu ditiupkannya ruh adalah jika kandungannya telah mencapai empat bulan, sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu….”

Demikianlah ada 5 hal yang mewajibkan untuk mandi (al ghuslu), semoga bermanfaat.


Sudah Tahukah Apa Keutamaan Membaca SHALAWAT?

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَات

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”.

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut,  karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala.

Sudah tahukah apa keutamaan membaca shalawat? 1. Banyak bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beberapa Faedah Penting Yang Terkandung Dalam Hadits Ini:
  • Banyak bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,  karena para ulama mengatakan: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya”.
  • Yang dimaksud dengan shalawat di sini adalah shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih (yang biasa dibaca oleh kaum muslimin dalam shalat mereka ketika tasyahhud),  bukan shalawat-shalawat bid’ah yang diada-adakan oleh orang-orang yang datang belakangan, seperti shalawat nariyah, badriyah, barzanji dan shalawat-shalawat bid’ah lainnya. Karena shalawat adalah ibadah, maka syarat diterimanya harus ikhlas karena Allah Ta’ala semata dan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Juga karena ketika para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Wahai Rasulullah), sungguh kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, maka bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepadamu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ucapkanlah: Ya Allah, bershalawatlah kepada (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau…dst seperti shalawat dalam tasyahhud.
  • Makna shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta kepada Allah Ta’ala agar Dia memuji dan mengagungkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan (nama) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang beliau bawa. Dan di akhirat dengan melipatgandakan pahala kebaikan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, memudahkan syafa’at beliau kepada umatnya dan menampakkan keutamaan beliau pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk.
  • Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan keberkahan dari-Nya.  Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya,
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43).

Saturday, February 4, 2017

Nissan X-Trail, Mobil SUV Paling Tangguh Dan Nyaman

Nissan X-Trail, mobil SUV yang mampu memberi kepuasan berkendara karena mobil ini paling tangguh dan nyaman melintasi kondisi jalanan seburuk apa pun. Inilah salah satu penyebab sehingga mobil SUV seperti Nissan X-Trail banyak digunakan orang sebagai sarana untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Belum lagi kondisi alam di Indonesia seperti jalanannya yang terjal dan licin, seakan menuntut pengendara mobil agar memiliki mobil SUV paling tangguh. Dalam hal melintasi jalan terjal dan licin, Nissan X-Trail yang didukung dengan mesin canggih 2.0L & 2.5L akan membantu anda untuk mengatasinya. Berpergian kemana pun, Nissan X-Trail akan menemani perjalanan anda dengan tampilan dan kenyamanan berkelas serta teknologi yang memberi kemudahan. Jika berencana untuk membeli mobil SUV, tidak ada salahnya memasukkan produk mobil dari Nissan sebagai salah satu pilihan anda. Lagi pula PT. Nissan Motor Indonesia menyuguhkan beberapa merek mobil jenis SUV yakni Nissan X-Trail, Nissan X-Trail X-Tremer, serta Nissan X-Trail Hybrid.

Nissan X-Trail, Mobil SUV Paling Tangguh Dan Nyaman

Memilih mobil untuk digunakan dalam melakukan berbagai kegiatan, sebaiknya dilakukan secermat mungkin. Pikirkanlah baik-baik, jika perlu mintalah pendapat dari beberapa teman atau keluarga. Anda juga bisa menemukan informasi melalui internet dengan cara browsing. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan anda dari kesalahan dalam membeli mobil. Usahakan menghubungi dealer resmi untuk mengetahui sedetail mungkin mulai dari desain, fitur, serta performanya. Dengan mengetahui spesifikasi dari sebuah mobil, tentunya kita telah mendapatkan informasi mulai dari bentuk hingga ke penggunaan bahan bakarnya. Jangan lupa untuk mencoba dan merasakan performa dari mobil tersebut melalui layanan Test Drive. Satu lagi saran untuk anda adalah sebaiknya mobil yang dibeli bisa digunakan dalam berbagai kegiatan atau aktivitas. Umumnya mobil yang bisa dipergunakan dalam berbagai kegiatan memiliki tampilan yang modern dan stylish, memiliki kabin yang lapang, mampu melewati berbagai kondisi jalan, serta hemat dalam penggunaan bahan bakar. Kriteria tersebut bisa anda temukan pada Nissan X-Trail yang sejak dulu dikenal sebagai mobil SUV paling tangguh dan nyaman.

Nissan X-Trail X-Tremer Mobil SUV Paling Tangguh Dan Nyaman

Meningkatnya kebutuhan konsumen akan mobil SUV dibuktikan dengan semakin banyaknya kendaraan jenis SUV yang beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia. Dulunya, penggunaan mobil SUV kebanyakan dioperasikan di pedesaan karena ketangguhannya menerobos kondisi medan yang berat. Namun sekarang, di kota-kota besar pun sudah semakin banyak yang menggunakannya. PT. Nissan Motor Indonesia sebagai produsen Nissan X-Trail di Indonesia semakin antusias melayani konsumennya dengan menyuguhkan berbagai tipe mobil SUV. All New Nissan X-Trail dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan Mobil SUV yang tangguh namun tetap nyaman, stylish, dan ekonomis. Keunggulan produk-produknya dihadirkan melalui lekuk eksterior yang aerodinamis, juga kecanggihan mesin yang didukung oleh transmisi otomatis Xtronic. Sehingga dengan demikian produk All New Nissan X-Trail mampu menghasilkan performa yang bertenaga tetapi tetap hemat dalam hal penggunaan bahan bakar. Silahkan anda baca di NISSAN X-TRAIL, MOBIL SUV PALING TANGGUH DAN NYAMAN untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

All New Nissan X-Trail

PT. Nissan Motor Indonesia selain memanjakan konsumennya dengan berbagai pilihan mobil SUV tangguh dan nyaman, juga memberikan jaminan penggantian atas kerusakan Suku Cadang Asli Nissan. Jaminan penggantian dilakukan tanpa membebankan biaya atas jasa perbaikan atau penggantian suku cadang yang rusak tersebut. Jaminan ini diterapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni untuk jangka waktu 20.000 km atau 12 bulan (yang mana tercapai lebih dulu}, terhitung dari tanggal penggantian/pemasangan suku cadang di bengkel resmi Nissan. Dengan jaminan ini, dipastikan Nissan X-Trail akan semakin nyaman dikendarai kemana saja anda ingin bepergian.

Nissan X-Trail Hybrid Mobil SUV Paling Tangguh Dan Nyaman

Informasi melalui artikel yang berjudul Nissan X-Trail, Mobil SUV Paling Tangguh Dan Nyaman semoga bisa bermanfaat untuk anda. Pastikan mengenai urusan membeli mobil, anda tidak lakukan dengan cara tergesa-gesa atau asal-asalan. Membeli sesuatu dengan cara tergesa-gesa atau asal-asalan, kadang-kadang menimbulkan rasa penyesalan di kemudian hari.

Wednesday, February 1, 2017

Beasiswa Indonesia Timur Program Magister dan Doktoral 2017

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN). Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi serta mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dana tersebut digunakan untuk pembiayaan studi lanjut program Magister atau program Doktoral pada Perguruan Tinggi di dalam maupun luar negeri. Beasiswa Program Magister dan Doktoral diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai kemampuan akademik yang unggul dan jiwa kepemimpinan yang kuat serta berkeinginan untuk melanjutkan studinya.

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia

Di tahun 2017 ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Beasiswa Indonesia Timur, kembali menyalurkan bantuan biaya pendidikan program magister dan program doktoral. Beasiswa Indonesia Timur adalah program beasiswa afirmasi program magister dan doktoral di Perguruan Tinggi Luar Negeri terbaik di Negara Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Beasiswa tersebut khusus diberikan kepada penduduk asli dari Provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Pendaftaran Beasiswa Indonesia Timur dibuka pada tanggal 16 Januari 2017 dan akan ditutup pada tanggal 12 April 2017.

Persyaratan Umum Peserta Beasiswa Indonesia Timur adalah sebagai berikut:

A. Pendaftar Beasiswa Program Magister:

1. Telah menyelesaikan studi Program Sarjana atau Sarjana Terapan.
2. Berusia maksimal 40 (empat puluh) tahun pada 31 Desember 2017.
3. Memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi Tujuan.
4. Bagi Pendaftar tidak memiliki LoA Unconditional, Pendaftar wajib memiliki:
  • IPK sekurang-kurangnya 3,00 (skala 4,00).
  • Memiliki sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor TOEFL ITP® sekurang-kurangnya 400, skor TOEFL iBT sekurang-kurangnya 33, atau skor IELTS sekurang-kurangnya 4,5.
6. Sanggup menyelesaikan studi Program Magister paling lama 2 (dua) tahun.
7. Menulis rencana studi sesuai dengan Program Studi Magister pada Perguruan Tinggi Tujuan.

B. Pendaftar Beasiswa Program Doktoral:

1. Telah menyelesaikan studi Program Magister.
2. Berusia maksimal 45 (empat puluh lima) tahun pada 31 Desember 2017.
3. Memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi tujuan.
4. Bagi Pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional, Pendaftar wajib memiliki:
  • IPK sekurang-kurangnya 3,25 (skala 4,00).
  • Memiliki sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor TOEFL ITP® sekurang-kurangnya 450, skor TOEFL iBT sekurang-kurangnya 45, atau skor IELTS sekurang-kurangnya 5.
5. Sanggup menyelesaikan studi Program Doktoral paling lama 4 (empat) tahun.
6. Melampirkan ringkasan proposal penelitian.

Metode Pendaftaran Beasiswa Indonesia Timur:

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Timur bisa dilakukan dengan dua cara yakni online dan offline. Pendaftaran dengan cara online bisa Anda lakukan di Beasiswa Indonesia Timur. Bagi pendaftar yang berprofesi sebagai dosen dan sudah memiliki NIDN / NIDK, sudah tidak diperkenankan untuk mendaftar beasiswa melalui program beasiswa LPDP. Pendaftar yang berprofesi sebagai dosen dan sudah memiliki NIDN / NIDK diharapkan untuk mendaftar melalui program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) yang juga merupakan kerjasama LPDP dengan Kemenristekdikti. Program Beasiswa BUDI dapat diakses di Beasiswa BUDI.

Sedangkan pendaftar yang ingin melakukan pendaftaran dengan cara offline, bisa Anda lakukan di:
  • Bagi Pendaftar yang berdomisili di Provinsi Maluku, Anda bisa mendaftar pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Jl. A. Yani, Batu Gajah, Ambon (97124).
  • Bagi pendaftar yang berdomisili di Provinsi Maluku Utara, Anda bisa mendaftar pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Jl. SMA 8 Kota Ternate (Eks. Kantor Gapensi Kota Ternate).
  • Bagi pendaftar yang berdomisili di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Anda bisa mendaftar pada Kantor Kantor BKD Provinsi NTT, Jl. Basuki Rahmat No. 1, Kupang, NTT.
  • Bagi pendaftar yang berdomisili di Provinsi Papua, Anda bisa mendaftar pada Kantor Badan Diklat Provinsi Papua, Jl. Kotaraja Dalam No. 100, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua.
  • Bagi pendaftar yang berdomisili di Provinsi Papua Barat, Anda bisa mendaftar pada Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Kompleks Perkantoran Gubernur Arfai, Manokwari.
Informasi melalui artikel Beasiswa Indonesia Timur Program Magister dan Doktoral 2017 semoga bisa bermanfaat, utamnya untuk anda yang ingin melanjutkan pendidikan pada program magister maupun program doktoral.

Follow me on Blogarama